Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.
Fungsi dari kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam tetapi berwarna jingga (oranye). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.
Penempatan kotak hitam ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah
ditemukan. Umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang diletakkan pada
bagian depan pesawat dan bagian ekor pesawat, yang diyakini merupakan
bagian yang utuh ditemukan.
Asal penemuan
Terdapat berbagai versi dalam penemuan kotak hitam atau alat perekam dalam dunia penerbangan. Terlebih lagi ketika kecelakaan pesawat terbang,
seringkali pesawat hancur sehingga sulit dicari sebab kecelakaan
tersebut. Hal tersebut mendorong Dr.sona candranata, seorang ahli
ledakan, membuat alat yang dapat merekam semua informasi sebelum terjadi
kecelakaan.
Idenya diambil dari sebuah alat tape recorder yang berukuran saku, dan disain dibuat di Australia,
untuk dilanjutkan menjadi alat yang merekam semua arus komunikasi dalam
penerbangan. Alat ini ini bisa merekam suara pilot dan semua data yang
diterima dari 8 alat yang berbeda. Semua data ini bisa dipisah dan
menghasilkan data yang akurat tentang penyebab kecelakaan. Alat ini
kemudian dirancang untuk digunakan dalam perawatan dan pemeliharaan
pesawat. Sehingga diketahui bagian mana yang mengalami tekanan.
Alat rekaman ini kemudian dimasukkan dalam kotak baja yang kuat untuk
menjaga agar tidak ikut hancur ketika kecelakaan pesawat. Kotak ini
kemudian dilapisi Asbes tahan api sehingga kabel-kabelnya tidak ikut
rusak karena panas.
Masalah lain adalah ketika kekhawatiran pembicaraan para pilot selama
penerbangan tersiar ke masyarakat umum dan disalahgunakan. Untuk
mengatasi ini, dibuatkan komputer khusus yang disambungkan ke perekam.
Dengan bantuan grafik, bisa dihasilkan gambar dari setiap kejadian.
Beberapa informasi tentang kotak hitam/Black Box sering kita dengan di
media. Candrafani mencoba menshare tentang fenomena Black Box/Kotak
Hitam pesawat seperti yang diberitakan di detikINET pada Rabu,
31/12/2014 yang dikutip dari ABC News, Rabu (31/12/2014) berikut ini
adalah informasi yang berkenaan dengan kotak hitam/black box pesawat:
1. Black Box tak berwarna hitam
Namanya memang Black Box, tapi aslinya perangkat ini tak memiliki warna hitam sama sekali. Jadi sebenarnya warna perangkat Black Box itu adalah orange. Tentu bukannya tanpa tujuan, pemilihan warna orange dilakukan agar Black Box lebih mudah ditemukan berkat warnanya yang mencolok.
2. Black Box punya dua bagian
Meski hadir dalam satu paket, Black Box sebenarnya punya dua bagian yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (VCR). Seperti penjelasan di atas, masing-masing bagian punya tugasnya masing-masing.
FDR bertugas menyimpan data penerbangan, sedangkan VCR menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas yang terekam selama beberapa waktu sebelum kecelakaan.
Black box terbaru telah menggunakan memori jenis solid-state sebagai media penyimpanannya. Adapun kapasitas penyimpanannya diklaim bisa menampung sampai 700 parameter data penerbangan.
3. Teknologi Black Box berasal dari Australia
Perusahaan pembuat pesawat terbang paling populer saat ini memang diisi oleh Boeing dan Airbus yang berkantor di Amerika Serikat dan Prancis. Tapi teknologi Black Box yang merupakan salah satu bagian penting sebuah peawat ternyata berasal dari Australia.
Penciptanya bernama Dr David Warren yang pertama kali mendesainnya pada tahun 1950. Ia menciptakan Black Box karena terinspirasi dari kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa ayahnya pada tahun 1934 saat ia masih berusia 9 tahun.
Prototipe pertama Black Box dibuat tahun 1956 dengan nama ARL Flight Memori Unit. Namun ternyata butuh sekitar 5 tahun bagi Warren hingga Black Box buatannya baru dianggap penting oleh dunia penerbangan.
4. Pakar tak menyebutnya Black Box
Bila kalangan awam menyebutnya Black Box, lain lagi dengan para pakar. Mereka biasa menyebut Black Box dengan sebutan electronic flight data recorders.
Sejauh ini memang tak jelas siapa yang mengawali penggunaan nama Black Box pada perangkat tersebut. Spekulasi yang beredar awal nama Black Box berasal dari model pertamanya yang punya bagian dalam berwarna gelap.
Sementara spekulasi lainnya mengatakan Black Box pertama kali dipopulerkan oleh seorang jurnalis yang mendeskripsikannya sebagai kotak hangus. Alasannya karena perangkat Black Box kerap ditemukan dalam kondisi hangus setelah kecelakaan pesawat.
5. Black Box bisa rekam pembicaraan sampai 2 jam
Dengan media penyimpanan yang dimilikinya, Black Box sebenarnya bisa menyimpan sampai 25 jam data penerbangan. Namun ternyata jatah perekaman untuk pembicaraan pilot hanya dibatasi sekitar 2 jam.
Pun demikian, tak cuma suara pilot yang akan terdengar, melainkan seluruh ruangan kokpit. Dengan demikian tim penyelidik bisa mereka-reka seperti apa kejadian yang terjadi di kokpit menjelang kecelakaan terjadi
6. Lewat sebulan, Black Box bakal sulit ditemukan
Agar lebih mudah ditemukan, Black Box juga telah dibekali pemancar dalam paketnya. Pemancar tersebut baru akan aktif bila Black Box terkena air.
Pemancar di Black Box diklaim sanggup bertahan hingga kedalaman laut mencapai 4 km. Setelah aktif, pemancarnya akan terus menerus mengirimkan sinyal per satu detik selama 30 hari penuh. Berarti bila setelah satu bulan tak ditemukan, Black Box bakal makin sulit ditemukan.
Pun demikian, sudah ada alat khusus yang bisa menemukan lokasi Black Box meski bila pemancarnya sudah tak aktif. Memiliki nama Towed Pinger Locator, alat tersebut diklaim bisa mengenali Black Box meski di kedalaman laut hingga 20 ribu meter.
7. Tahan di kondisi ekstrim
Mengantisipasi lokasi berkondisi ekstrim, Black Box dibekali material titanium atau stainless steel yang dibuat dua lapis. Bagian yang melindungi komponen-komponen penting Black Box bahan diklaim bisa tahan tekanan sampai 3.400G.
Material pelindung Black Box juga tahan ditimpa beban seberat 227 kg dari ketinggian 3 meter. Selain itu pelindung Black Box juga tahan semburan api sampai 1.100 derajat celcius. Ketahanannya terhadap panas itu juga dibuktikan dengan merebusnya di dalam tanki pesawat jet yang punya suhu luar biasa tinggi.
8. Meski canggih, Black Box tak sepintar smartphone
Dengan kelebihan yang dimiliki, Black Box bisa dibilang sebagai salah satu perangat canggih yang ada di dunia. Namun ternyata kecanggihannya tak lebih baik dari sebuah smartphone.
Sebuah smartphone, meski yang harganya cuma ratusan ribu rupiah bisa diketahui lokasinya secara real time melalui tenologi GPS dan sambungan seluler. Faktanya, hal semacam itu malah sulit dilakukan di Black Box.
Alasannya, karena Black Box butuh bandwidth yang super besar untuk mengirimkan informasi karena besarnya data yang disimpannya. Selain itu kecepatan akses data di tiap negara juga berbeda-beda sehingga masih cara tersebut masih sulit diimplementasikan.
Pun demikian, analis mengatakan Boeing telah mematenkan teknologi untuk Black Box yang memungkinkan hal itu. Teknologi tersebut nantinya memungkinkan sistem pelacak untuk menunjukkan lokasi pesawat.
1. Black Box tak berwarna hitam
Namanya memang Black Box, tapi aslinya perangkat ini tak memiliki warna hitam sama sekali. Jadi sebenarnya warna perangkat Black Box itu adalah orange. Tentu bukannya tanpa tujuan, pemilihan warna orange dilakukan agar Black Box lebih mudah ditemukan berkat warnanya yang mencolok.
2. Black Box punya dua bagian
Meski hadir dalam satu paket, Black Box sebenarnya punya dua bagian yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (VCR). Seperti penjelasan di atas, masing-masing bagian punya tugasnya masing-masing.
FDR bertugas menyimpan data penerbangan, sedangkan VCR menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas yang terekam selama beberapa waktu sebelum kecelakaan.
Black box terbaru telah menggunakan memori jenis solid-state sebagai media penyimpanannya. Adapun kapasitas penyimpanannya diklaim bisa menampung sampai 700 parameter data penerbangan.
3. Teknologi Black Box berasal dari Australia
Perusahaan pembuat pesawat terbang paling populer saat ini memang diisi oleh Boeing dan Airbus yang berkantor di Amerika Serikat dan Prancis. Tapi teknologi Black Box yang merupakan salah satu bagian penting sebuah peawat ternyata berasal dari Australia.
Penciptanya bernama Dr David Warren yang pertama kali mendesainnya pada tahun 1950. Ia menciptakan Black Box karena terinspirasi dari kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa ayahnya pada tahun 1934 saat ia masih berusia 9 tahun.
Prototipe pertama Black Box dibuat tahun 1956 dengan nama ARL Flight Memori Unit. Namun ternyata butuh sekitar 5 tahun bagi Warren hingga Black Box buatannya baru dianggap penting oleh dunia penerbangan.
4. Pakar tak menyebutnya Black Box
Bila kalangan awam menyebutnya Black Box, lain lagi dengan para pakar. Mereka biasa menyebut Black Box dengan sebutan electronic flight data recorders.
Sejauh ini memang tak jelas siapa yang mengawali penggunaan nama Black Box pada perangkat tersebut. Spekulasi yang beredar awal nama Black Box berasal dari model pertamanya yang punya bagian dalam berwarna gelap.
Sementara spekulasi lainnya mengatakan Black Box pertama kali dipopulerkan oleh seorang jurnalis yang mendeskripsikannya sebagai kotak hangus. Alasannya karena perangkat Black Box kerap ditemukan dalam kondisi hangus setelah kecelakaan pesawat.
5. Black Box bisa rekam pembicaraan sampai 2 jam
Dengan media penyimpanan yang dimilikinya, Black Box sebenarnya bisa menyimpan sampai 25 jam data penerbangan. Namun ternyata jatah perekaman untuk pembicaraan pilot hanya dibatasi sekitar 2 jam.
Pun demikian, tak cuma suara pilot yang akan terdengar, melainkan seluruh ruangan kokpit. Dengan demikian tim penyelidik bisa mereka-reka seperti apa kejadian yang terjadi di kokpit menjelang kecelakaan terjadi
6. Lewat sebulan, Black Box bakal sulit ditemukan
Agar lebih mudah ditemukan, Black Box juga telah dibekali pemancar dalam paketnya. Pemancar tersebut baru akan aktif bila Black Box terkena air.
Pemancar di Black Box diklaim sanggup bertahan hingga kedalaman laut mencapai 4 km. Setelah aktif, pemancarnya akan terus menerus mengirimkan sinyal per satu detik selama 30 hari penuh. Berarti bila setelah satu bulan tak ditemukan, Black Box bakal makin sulit ditemukan.
Pun demikian, sudah ada alat khusus yang bisa menemukan lokasi Black Box meski bila pemancarnya sudah tak aktif. Memiliki nama Towed Pinger Locator, alat tersebut diklaim bisa mengenali Black Box meski di kedalaman laut hingga 20 ribu meter.
7. Tahan di kondisi ekstrim
Mengantisipasi lokasi berkondisi ekstrim, Black Box dibekali material titanium atau stainless steel yang dibuat dua lapis. Bagian yang melindungi komponen-komponen penting Black Box bahan diklaim bisa tahan tekanan sampai 3.400G.
Material pelindung Black Box juga tahan ditimpa beban seberat 227 kg dari ketinggian 3 meter. Selain itu pelindung Black Box juga tahan semburan api sampai 1.100 derajat celcius. Ketahanannya terhadap panas itu juga dibuktikan dengan merebusnya di dalam tanki pesawat jet yang punya suhu luar biasa tinggi.
8. Meski canggih, Black Box tak sepintar smartphone
Dengan kelebihan yang dimiliki, Black Box bisa dibilang sebagai salah satu perangat canggih yang ada di dunia. Namun ternyata kecanggihannya tak lebih baik dari sebuah smartphone.
Sebuah smartphone, meski yang harganya cuma ratusan ribu rupiah bisa diketahui lokasinya secara real time melalui tenologi GPS dan sambungan seluler. Faktanya, hal semacam itu malah sulit dilakukan di Black Box.
Alasannya, karena Black Box butuh bandwidth yang super besar untuk mengirimkan informasi karena besarnya data yang disimpannya. Selain itu kecepatan akses data di tiap negara juga berbeda-beda sehingga masih cara tersebut masih sulit diimplementasikan.
Pun demikian, analis mengatakan Boeing telah mematenkan teknologi untuk Black Box yang memungkinkan hal itu. Teknologi tersebut nantinya memungkinkan sistem pelacak untuk menunjukkan lokasi pesawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar