Batasan tentang Musik Jazz dapatlah dikatakan sangat membingungkan.
Art Blakey misalnya, memberi batasan bahwa istilah Jazz, sepadan dengan
ungkapan: “It washes away the dust of everyday life,” atau jika ingin
dipadankan ke dalam bahasa Indonesia, maknanya kira-kira begini: “ Jazz
itu ya bagai bunyi yang muncul ketika kita menyeka debu kotoran dalam
kehidupan harian kita, seperti bunyi wuuuussss…”
Ada lagi yang memadankan Jazz sebagai: “ Musik yang terbuka tanpa batas
dan dirancang untuk orang-orang yang juga berpikiran terbuka .” Dari dua
pendapat tersebut, semestinya kita dapat sekedar menyimpulkan, bahwa
benar sebuah adagium yang menyiratkan bahwa: Jazz takkan pernah dapat
dimengerti, namun selalu dapat dinikmati.
Sejarah dan sejarawan musik mencatat bahwa, tidak ada satu hal pun tentang Jazz yang bisa ditelusuri maknanya secara pasti.
Sangat sulit untuk mendapatkan kepastian sejarah tentang asal-usul Jazz.
Sangat sulit juga untuk menulis hal-hal seputar Jazz, sangat tidak
gampang untuk membuat komposisi Musik Jazz dan tentu saja menjadi sebuah
tantangan tersendiri saat kita ingin menyelami jiwa dari Musik Jazz.
Meski demikian, ada satu hal yang “pasti” dari Musik Jazz. Bahwa Jazz
hanya dapat dimahkotai dan bersemayam dalam sanubari oleh orang-orang
yang benar-benar memiliki rasa cinta terhadap Jazz. Cinta Jazz dalam
bentuknya yang paling dalam dan luas, sampai pada lubuk terdalam setiap
jengkal relung kehidupan.
Dalam rangka dan upaya menumbuhkan rasa cinta,
terutama bagi mereka yang masih awam tentang Jazz, perlu ada upaya
penelusuran dan pemaknaan tentang Jazz. Sebagai pijakan awal, kita dapat
bertolak dari paparan faktual tentang fakta-fakta unik yang hadir dan
dihadirkan dalam Musik Jazz.
Fakta #1: Istilah “Jazz,” sebetulnya tidak memiliki
makna atau arti yang tertentu. Istilah Jazz bagai sebuah bentuk celoteh
dan ocehan semata. Dalam bahasa slang masyarakat kulit hitam Amerika,
istilah Jazzing , merujuk pada sebuah kegiatan sexual. Sedangkan istilah
Jazzbo, merujuk pada tipe perempuan murahan yang mau melakukan
aktivitas seksual dengan sembarang orang.
Adalah Clarence Williams, komposer pertama yang
menggunakan istilah Jazz dalam lagu yang ditulisnya.
Meski tak memiliki makna dan arti yang definitif, istilah Jazz telah
menghantar sebuah genre musik untuk dapat ikut merajai kancah
perkembangan musik di dunia.
Fakta #2 : Jazz merupakan jenis musik yang paling
HYBRID.
Terbuka, siap untuk disusupi segala bentuk dan aliran musik – dari mulai
irama tradisional Afrika, musik kamar alla Eropa sampai dengan unsur
Musik Pop Modern dengan segala hingar bingar dan narsis nya.
Fakta #3: Jazz sering dihubungkan bahkan diasosiasikan dengan bentuk tari-tarian.
Dan memang terdapat tari-tarian yang cikal bakal landasan kreasinya
adalah Musik Jazz. Sebut saja misalnya gaya menari Charleston, Black
Bottom, dan The Lambeth Walk.
Fakta #4 : Kota Musik Jazz Louisiana & New Orleans.
Meskipun tidak secara resmi tercatat dalam sejarah musik, para pemusik
Jazz umumnya menganggap bahwa Louisiana adalah tempat yang menghasilkan
pemusik dan terutama instrumentalis paling terkemuka di dunia. Selain
distrik Louisiana, kota New Orleans juga merupakan tempat yang sampai
kapanpun akan melekat dalam sejarah Musik Jazz. New Orleans mungkin
adalah satu dari sedikit kota di dunia, dimana jika kita bertanya pada
anak-anak disana, mereka akan menjawab bahwa cita-citanya BUKANLAH
menjadi dokter ataupun pengacara, melainkan menjadi PEMUSIK JAZZ.
Fakta #5 : The most famous Jazz quote is from Louis
Armstrong.
Quote yang paling terkenal tentang Musik Jazz adalah quote dari trumpetis Louis Armstrong . Bunyinya begini:
“If you’ve got to ask, then you’ll never know!” Secara
gamblang, Louis Armstrong seperti ingin berpesan bahwa tak perlu banyak bertanya tentang Jazz – nikmati dan mainkan saja.
Fakta #6 : Saxophone is the king of Jazz instrument.
Alat musik saxophone dapat dikatakan adalah primadona dalam Musik Jazz.
Sebelum tahun 1920, sajian musik di Amerika belum mengenal saxophone
secara luas. Tadinya saxophone dipakai sebagai pelengkap orkes kamar dan
ensembles tiup belaka. Adalah America Six Brown Brothers, kelompok yang
pertama kali memakai saxophone dalam ranah Musik Jazz. Nama kelompok
tersebut menjadi buah bibir seiring dengan beredarnya rekaman Jazz yang
menggunakan saxophone.
JOHN COLTRANE
Fakta #7 : Jazz is still mystery and has its own prestige.
Musik Jazz di jaman sekarang bias dikatakan sebuah genre musik yang
memiliki prestise tersendiri. Harga karcis pertunjukan Musik Jazz bisa
mencapai jutaan rupiah.
Tentu kita masih belum lupa saat George Benson dan Al Jarreau bertandang
ke Jakarta. Padahal cikal bakal Musik Jazz adalah sebuah derita dan
perbudakan. Louis Armstrong memulai trumpet nya. Karena tak punya uang,
dia membeli trumpet dan memakai trumpet buangan di tong sampah. Art
Tatum juga pernah dengan frustrasi mencoba memainkan “Für Elise” di
piano gara-gara miskin dan tidak kuat membayar les piano. Tapi itulah
Jazz, sebuah misteri kulminasi budaya yang sampai kapan pun akan lantang
menyenandungkan jati dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar