Senin, 17 November 2014

Ahok VS FPI

Serangan FPI kepada calon Gubernur DKI sepertinya sudah terstruktur, Sistematis dan Masiv. Tidak kurang dari kurun waktu sebelum Pilpres FPI melalu Rizieq Shihab membuat statemen statemen yang menggiring opini masyarakat Mayoritas untuk tidak memilih Jokowi. Tetapi dengan keinginan dari rakyat dan Ridho Allah pada akhirnya Jokowi JK menjadi Presiden dan wakil Presinden ke 7 NKRI yang akan di lantik pada tanggal 20 Oktober tahun ini.

Atas Ijin Allah juga provokasi yang dilancarkan FPI tidak berpengaruh sedikitpun dari total jumlah suara yang memenangkan Jokowi JK dalam Pilpres. Berkembang di masyarakat penolakan terhadap Jokowi di karenakan apabila Jokowi Presiden, maka Jakarta akan dipimpin oleh  Ahok yang non muslim. Tidak ada relevansi antara keyakinan dan isue politik bagi kita yang paham arah dari Forum yang selalu menjadi buah bibir orang banyak di Indonesia dengan segala arogansi dan celotehannya  ini.

Ahok Tionghoa non muslim asli Belitung sudah mempunyai track record yang baik. Baik itu di tempat asalnya, Manggar Belitung maupun di DKI Jakarta. Ahok sosok  pemimpin yang serius dalam mengurusi warga Jakarta. Baik saat sekarang menjadi wakil Gubernur, maupun nanti apabila dia sudah di lantik menjadi Gubernur.

Pada saat Ahok menjadi Bupati di Belitung Timur, dia mempunyai Program memberangkatkan haji bagi para bawahan maupun masyarakat yang mempunyai kompetensi dan prestasi di wilayahnya. Bahkan, Program Jokowi Ahok di Jakarta salah satunya adalah, memberangkatkan Marbot (pengurus/penjaga masjid) pergi haji sesuai dengan kriteria yang sudah diatur. Biasanya Program itu berjalan, karena dua negarawan yang masih menjabat sebagai Gubernur dan wakilnya tersebut tidak hanya bicara. Selalu ada realisasinya walau banyak tantangan dan kerikil di sekitarnya.

Dengan adanya serangan bertubi tubi dari FPI agar dengan slogan TOLAK AHOK HARGA MATI itu sama saja memupuskan mimpi dan keinginan warga kecil yang mempunyai cita cita pergi ke tanah suci sebagai salah satu rukun Islam bagi pemeluknya. Tidak hanya itu, kalaupun Ahok tidak menjadi gubernur bahkan di angkat menjadi Menteri Dalam Negeri oleh Jokowi, apakah program tersebut bisa di teruskan oleh FPI?

Rakyat Indonesia terutama warga DKI Jakarta sudah tau dan paham betul bahwa FPI hanyalah kelompok yang mengusung usung Agama Mayoritas dalam mendapatkan keuntungan bagi kelompok minoritasnya saja. Selama ini apa yang dilakukan oleh FPI hanya mengubrak abrik Cafe cafe kecil di Jakarta dengan membawa berbagai macam pentungan, tidak lebih dari itu. Yang jelas, saya sebagai salah satu umat mayoritas melihat dan mengamati FPI sebagai kelompok yang ketakutan dalam kemayoritasannya di NKRI.

Kami tidak sepaham dengan FPI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar